Sorong – Program Studi Agribisnis Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebanyak empat mahasiswa Agribisnis UNIMUDA Sorong turut berpartisipasi dalam kegiatan Rural Youth AI Facilitator yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia bekerja sama dengan DIFU (Innovation for Impact), Danantara Indonesia, serta UNIMUDA Sorong.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 21–23 April 2026, bertempat di Unimuda Conference Center (UCC). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya mahasiswa, dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup literasi dasar AI, pemanfaatan AI untuk inovasi bisnis UMKM, strategi pemasaran digital, hingga penyusunan rencana aksi pendampingan UMKM. Selain itu, peserta juga dilatih dalam pembuatan konten digital, desain promosi sederhana, serta perencanaan konten (content plan) berbasis AI.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga menekankan pendekatan praktis melalui pemberian studi kasus. Peserta ditantang untuk menganalisis permasalahan riil yang dihadapi UMKM, kemudian merumuskan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi AI. Setiap ide yang dihasilkan merupakan hasil pemikiran mandiri peserta, sehingga mendorong kreativitas dan kemampuan problem solving berbasis teknologi.
Adapun outcome dari kegiatan ini meliputi peningkatan literasi AI, kemampuan inovasi bisnis berbasis teknologi, penguatan akses pasar digital, serta kemandirian digital peserta dalam mendukung UMKM. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan melanjutkan ke tahap pendampingan UMKM selama empat minggu sebagai bentuk implementasi dari ilmu yang telah diperoleh.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pendampingan, akan mendapatkan sertifikat serta konversi Satuan Kredit Semester (SKS). Hal ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktik di lapangan.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator, yaitu Bayu Asmara, seorang konsultan pemasaran dan branding dengan pengalaman lebih dari 20 tahun serta Chairman DIFI (Innovation for Impact), dan Joshua Siahaan, konsultan inovasi yang telah berpengalaman lebih dari 7 tahun dalam mendampingi berbagai perusahaan dan pengembangan digital startup.
Pada sesi penutupan, turut hadir perwakilan dari Asosiasi Nusantara UMKM Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis teknologi di daerah.
Partisipasi mahasiswa Agribisnis UNIMUDA Sorong dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan fasilitator muda yang siap mendampingi UMKM secara inovatif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal berbasis digital. (TSR)