MAHASISWA AGRIBISNIS BELAJAR OKULASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PADA TANAMAN DURIAN DENGAN MASA PANEN YANG RELATIF LEBIH CEPAT

MAHASISWA AGRIBISNIS BELAJAR OKULASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PADA TANAMAN DURIAN DENGAN MASA PANEN YANG RELATIF LEBIH CEPAT

Sorong - Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di daerah tropis dilewati oleh garis khatulistiwa dan memiliki keanekaragaman tanaman buah, baik jenis tanaman yang berbuah musiman maupun jenis tanaman yang berbuah sepanjang tahun, salah satunya adalah tanaman durian. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya raya akan plasma nutfah (termasuk durian). Perlu diketahui bibit unggul merupakan syarat utama untuk menunjang pengembangan tanaman durian sehingga buah yang dihasilkan berkualitas, untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan tanaman durian, maka perlu dilakukan pembudidayaan bibit durian secara vegetatif, seperti okulasi, sambung pucuk, dan susuan.. 

Salah satu keistimewaan bibit durian hasil perbanyakan dengan cara vegetatif adalah tanaman yang dihasilkan mempunyai kualitas yang tinggi yaitu tidak menyimpang dari sifat induknya dan masa panen lebih cepat. Diantara metode tersebut, perbanyakan tanaman durian yang paling efektif dan efisien adalah dengan okulasi. Dengan semangat yang luar biasa dosen agribisnis Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong melakukan praktik mandiri okulasi tanaman durian kepada mahasiswanya , Apa itu Okulasi ? Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru.  Okulasi merupakan teknik pembiakan tanaman  vegetatif dengan cara menempelkan mata dari suatu tanaman kepada tanaman. Okulasi bertujuan untuk menggabungkan sifat yang baik dari masing-masing tanaman yang diokulasi sehingga mendapatkan varietas tumbuhan yang baik.

Prinsip dasar dari okulasi adalah penempelan atau penggabungan batang bawah dengan batang atas. Okulasi memerlukan teknik tersendiri supaya tujuan okulasi dapat berhasil. kebaikan yang diharapkan dari batang bawah biasanya sistem perakarannya yang baik, sedangkan batang bagian atas biasanya diharapkan adalah produknya atau hasil buahnya. apabila bibit hasil okulasi ditanam di lapangan maka biasanya disebut tanaman okulasi dan bila yang ditanam berasal dari biji biasanya disebut tanaman semai.

Praktik ini dilakukan di wilayah Sp 2, sabtu(10/07/21) Kab. sorong . Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasiswa semester 2 Agribisnis Universitas pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) sorong yang langsung didampingi oleh bapak Irianto, S.P., M.Ma selaku Dosen UNIMUDA sorong & beliau juga merupakan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mariat, Kab.Sorong. Para mahasiswa sangat antusias dalam proses pembelajaran. Saking antusiasnya , mereka tidak hanya mempraktekkan satu kali, bahkan sampai berkali-kali praktek okulasi

“kami sangat senang dengan adanya pembelajaran praktek okulasi ini, kami bisa dekat dengan alam dan para petani yang ingin belajar okulasi juga. Praktek okulasi ini pastinya akan menambah pengetahuan dan pengalaman baru bagi kami” ujar Ali Murtopo

Berikut alat dan bahan yang perlu kita siapkan dalam praktek okulasi pada bibit durian. alat yang dibutuhkan yakni, gunting, cutter, gunting bunga, dan plastik es batu. Adapun bahannya yakni, entres durian unggul yang sudah dipilih, sebelumnya kami telah menyiapkan empat contoh bibit durian induk yang belum di okulasi. Kemudian tahap pertama, penyayatan entres durian yang sudah dipilih hingga dibagian pangkal batang berbentuk seperti ujung tombak dengan terlihat daging buah antara bagian kiri dan kanan dan menyisakan kulit luar diantara keduanya.

Tahap kedua, pemotongan batang induk durian induk sesuai dengan besar batang entresnya, lalu dibelah pada tengah-tengah batang dengan cutter secukupnya, tahap ketiga, penyambungan antara batang induk dengan batang entres yang sudah disayat, tahap keempat, pengikatakan dengan plastik es batu pada sambungan antara keduanya, tahap selanjutnya, penutupan bibit yang sudah di okulasi dengan plastik es batu dan diikat rapat pada batang paling bawah. Selanjutnya disimpan pada tempat yang tidak ada cahaya untuk di amati dalam beberapa hari kedepan. ''Dalam praktek ini hal yang perlu diperhatikan pada saat okulasi agar berhasil adalah pengetahuan,kesterilan,ketelitian,,dan pengalaman yang tidak kalah tentunya '' ujar bapak Irianto. kesimpulannya adalah dalam melakukan teknik okulasi pada bibit manapun terutama pada bibit durian sebetulnya tidaklah sulit, hanya saja perlu membutuhkan pengetahuan dan pengalaman tentunya. (Js/Gs)