Sorong, 28 Mei 2025 – Mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong mengikuti kegiatan Digital Financial Literacy yang diselenggarakan secara luring di Gedung UCC (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong). Kegiatan ini digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), bekerja sama dengan Kantor OJK Papua, dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan akademisi dan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan industri keuangan digital yang semakin pesat.
Acara ini melibatkan berbagai asosiasi industri keuangan digital, seperti Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ABI-Asprakrindo), serta para pemangku kepentingan lainnya. Dalam sesi panel diskusi, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai ekosistem inovasi digital keuangan, industri teknologi finansial (ITSK), serta pengenalan terhadap aset keuangan digital dan kripto.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu:
- Lutfi Alkatiri, Analis Eksekutif Grup Inovasi Keuangan Digital OJK
- Chrisma Albandjar, Wakil Sekretaris Jenderal I Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH)
- Asih Karnengsih, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (ABI Asprakrindo)
Ketiga narasumber tersebut menyampaikan materi langsung dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab serta kuis interaktif, yang disambut antusias oleh para mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan digital, tetapi juga siap menjadi bagian dari transformasi sektor keuangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Literasi keuangan digital menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko di era kripto dan aset digital. (AFY)