Mahasiswa Program Studi Agribisnis semester 3 Unimuda Sorong Melaksanakan Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah (Putri)

Mahasiswa Program Studi Agribisnis semester 3 Unimuda Sorong Melaksanakan Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah (Putri)

Sorong - Mahasiswa Program Studi Agribisnis semester 3 Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong bersama mahasiswa Program Studi PPKn semester 3 Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong melaksanakan kunjungan sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah (Putri) yang berlokasi di Aimas, Kabupaten Sorong, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) III yang diampu oleh Ustadz Arif Pramana Aji, M.Pd. Kedatangan rombongan mahasiswa disambut oleh pengurus panti, Bapak Anan Nahru dan Ibu Nurul Syafa, bersama para santri.

Panti Asuhan Muhammadiyah (Putri) merupakan salah satu bentuk nyata peran Muhammadiyah dalam bidang sosial kemasyarakatan. Di Kabupaten Sorong, Muhammadiyah menaungi dua panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Muhammadiyah (Putra) yang diketuai oleh Bapak Kartono dan Panti Asuhan Muhammadiyah (Putri) yang telah berdiri sejak tahun 2000. Saat ini, Panti Asuhan Putri membina 19 santri, sementara Panti Asuhan Putra membina 16 santri.

Santri putri berasal dari berbagai jenjang usia. Santri termuda berada pada tingkat Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di SD Negeri, sedangkan santri jenjang SMP serta SMA/SMK seluruhnya bersekolah di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Hal serupa juga berlaku bagi seluruh santri Panti Asuhan Muhammadiyah (Putra). Dari total santri putri, sebanyak 11 orang merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Pembinaan santri dilaksanakan melalui penerapan aturan kedisiplinan yang menyerupai sistem pesantren. Santri diwajibkan melaksanakan salat berjamaah, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mematuhi tata tertib panti, termasuk pembatasan aktivitas di luar panti dan larangan berpacaran. Penggunaan handphone tidak diperkenankan, kecuali bagi santri yang telah berstatus sebagai mahasiswa.

Seluruh santri mengikuti organisasi otonom Muhammadiyah, dengan Tapak Suci sebagai kegiatan wajib. Latihan Tapak Suci dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yaitu setiap Rabu sore dan Ahad. Melalui kegiatan ini, banyak santri berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai kejuaraan, termasuk dari kalangan santri Orang Asli Papua.

Selain pembinaan kedisiplinan, Panti Asuhan Putri Muhammadiyah juga memiliki program hafalan Al-Qur’an. Rata-rata santri telah menghafal Juz 29 dan Juz 30. Kegiatan hafalan dilaksanakan secara rutin setelah salat Isya.

Pendanaan panti bersumber dari iuran warga Muhammadiyah, santunan para dermawan, kegiatan sosial masyarakat, serta dukungan pemerintah melalui Dinas Sosial. Seluruh santri tinggal di panti tanpa dipungut biaya, sementara biaya pendidikan ditanggung oleh keluarga masing-masing. Sebagian santri juga memperoleh bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP).

Ustadz Arif Pramana Aji, M. Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah AIK III, menyampaikan bahwasannya "pelajaran kita di sini adalah bagaimana kita menumbuhkan rasa saling memiliki, saling merasakan bahwa disekitar kita ada orang yang membutuhkan uluran tangan kita". 

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta mendorong penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.(TSR)