Mahasiswa UNIMUDA SORONG Perdalam Pengetahuan melalui Pelatihan Pupuk dan Kompos Berdasarkan Standar Organik SNI 6729:2025

Mahasiswa UNIMUDA SORONG Perdalam Pengetahuan melalui Pelatihan Pupuk dan Kompos Berdasarkan Standar Organik SNI 6729:2025

Sorong — Enam mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dari Program Studi Agribisnis dan Peternakan mengikuti Pelatihan Pupuk dan Kompos Berdasarkan Organik SNI 6729:2025 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin, (24/08/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Bapak Gilang sebagai pemateri. Adapun peserta dari Program Studi Agribisnis terdiri atas Andini Ayu Firnanda Subagio, Esti Dwi Riani, dan Wahyu Aji Nugroho, sedangkan dari Program Studi Peternakan yaitu Reza Ayu Puspitasari, Meri Indri Yanti, dan Ramadhan. Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek pertanian organik, mulai dari prinsip pertanian organik, pemupukan berimbang, pembuatan kompos, pengelolaan pH tanah, hingga pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Prinsip Pertanian Organik dalam pelatihan dijelaskan bahwa penerapan Organik Indonesia berkaitan dengan SNI 6729:2016 dan Permentan Nomor 64 Tahun 2013 sebagai bagian dari upaya memberikan jaminan terhadap integritas produk organik. Sertifikasi menjadi hal penting untuk memastikan proses produksi memenuhi standar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman bahwa bahan yang digunakan dalam sistem organik harus sesuai dengan ketentuan. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai ketentuan bahan yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik. Penggunaan GMO (Genetically Modified Organism) tidak diperkenankan dalam sistem organik. Sementara itu, penggunaan bahan mineral seperti dolomit, gypsum, batuan fosfat, dan bahan lainnya perlu memperhatikan ketentuan serta batas penggunaannya.

Salah satu materi utama adalah pemupukan berimbang 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Tepat jenis berarti memilih pupuk sesuai kebutuhan unsur hara tanaman. Tepat dosis adalah memberikan pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman dengan mempertimbangkan umur, produksi, serta kondisi tanah. Tepat waktu yaitu memberikan pupuk pada saat tanaman membutuhkannya. Tepat cara berkaitan dengan teknik aplikasi pupuk yang benar, sedangkan tepat tempat berarti menempatkan pupuk pada lokasi yang efektif untuk diserap akar. Penerapan prinsip 5T diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Peserta juga memperoleh materi mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Jenis bahan yang digunakan dapat memengaruhi kandungan unsur hara yang dihasilkan. Daun hijau, khususnya dari tanaman leguminosa, dapat menjadi sumber nitrogen (N), sedangkan sayuran, daun, dan kulit buah dapat menjadi sumber kalium (K). Tulang hewan dan cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium (Ca), sementara sekam padi dan rerumputan tertentu dapat menjadi sumber silikat (Si).

Komposisi bahan yang diperkenalkan dalam pelatihan terdiri atas 10 kg pupuk kandang, 5 kg daun hijau legum, 1 kg sabut kelapa, 2 kg bonggol pisang, dan 0,5 kg dolomit. Bahan organik tersebut terlebih dahulu dipotong atau dicacah menjadi ukuran kecil. Selanjutnya seluruh bahan dicampurkan dengan dolomit dan dimasukkan ke dalam karung berpori. Karung kemudian dimasukkan ke dalam drum berkapasitas 200 liter, diberi pemberat, lalu drum diisi air hingga penuh dan ditutup rapat.

Campuran diaduk setiap satu minggu sekali dan proses tersebut dilakukan selama kurang lebih 6 minggu. Setelah cairan berubah menjadi hitam kecokelatan, POC dapat diambil dan sebelum digunakan 1 liter POC diencerkan hingga menjadi 10 liter larutan. POC tersebut dalam materi pelatihan direkomendasikan untuk tanaman sayuran kelompok leaf crop berumur pendek, seperti caisim, pakcoy, selada, dan bayam. Aplikasi pertama dilakukan sekitar umur dua minggu, kemudian diberikan dengan interval 3–4 hari sekali hingga menjelang panen.

Selain pembuatan pupuk, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya bahan organik dalam menjaga kesuburan tanah. Pemanfaatan pupuk kandang, kompos, mulsa, dan limbah organik dapat membantu menyediakan bahan organik yang mendukung kehidupan organisme tanah. Materi pelatihan juga menekankan bahwa komposisi pupuk organik perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jenis tanaman. Kandungan unsur hara pada POC sangat bergantung pada jenis serta bagian bahan yang digunakan. Pupuk organik yang siap digunakan dapat dikenali antara lain dari kondisi yang tidak berbau menyengat dan tidak panas.

Keikutsertaan mahasiswa UNIMUDA Sorong dalam pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian organik. Materi yang diperoleh mencakup pemilihan bahan organik, pemupukan berimbang, pembuatan kompos dan POC, hingga penerapan pertanian yang berkelanjutan.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Agribisnis dan Peternakan dalam mengembangkan pengetahuan serta menerapkan pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan. (AAFS)