Membangun Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa Agribisnis Mengadakan Pelatihan Persidangan

Membangun Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa Agribisnis Mengadakan Pelatihan Persidangan

Sorong, 18 Juli 2026 – Program Studi Agribisnis melaksanakan Pelatihan Persidangan bagi mahasiswa Agribisnis pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tata cara persidangan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dalam mengikuti maupun menjalankan forum musyawarah di lingkungan organisasi.

Pelatihan persidangan tersebut menghadirkan Bapak Aci Aprianto, M.Si. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan persidangan dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Materi yang diberikan mencakup tata cara pelaksanaan persidangan, mekanisme penyampaian pendapat, serta proses pengambilan keputusan dalam forum musyawarah.

Bapak Aci Aprianto menjelaskan bahwa pemahaman mengenai persidangan penting dimiliki mahasiswa karena dalam kegiatan organisasi, mahasiswa akan sering berhadapan dengan berbagai forum yang membutuhkan proses musyawarah dan pengambilan keputusan. “Persidangan itu bukan hanya sekadar forum untuk menyampaikan pendapat, tetapi ada aturan dan tata cara yang perlu dipahami agar proses musyawarah dapat berjalan dengan tertib dan terarah,” jelas Bapak Aci Aprianto.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan penerapan persidangan dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti Musyawarah Besar (MUBES) maupun rapat-rapat musyawarah lainnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa perlu memahami bagaimana proses persidangan berlangsung, termasuk cara menyampaikan pendapat, menanggapi pendapat orang lain, serta mengikuti proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil musyawarah.

“Dalam MUBES atau rapat musyawarah lainnya, setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menyampaikan pendapat dengan baik, mendengarkan pendapat orang lain, dan tetap mengikuti aturan yang sudah disepakati dalam forum,” tambah Bapak Aci Aprianto.

Melalui materi yang diberikan, mahasiswa juga diajak memahami bahwa persidangan membutuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan untuk menghargai perbedaan pandangan. Proses musyawarah tidak selalu menghasilkan kesamaan pendapat sejak awal, sehingga diperlukan sikap terbuka dan kemampuan untuk mencari titik temu hingga tercapai keputusan bersama.

“Perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut dapat dikelola melalui musyawarah sehingga menghasilkan keputusan yang dapat diterima dan dijalankan bersama,” ungkapnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Agribisnis mengikuti pemaparan dengan antusias. Materi yang disampaikan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih siap terlibat dalam berbagai forum organisasi, khususnya kegiatan yang membutuhkan proses musyawarah dan pengambilan keputusan bersama. Melalui pelatihan ini, Program Studi Agribisnis berharap mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan organisasi serta memiliki kemampuan untuk berpartisipasi secara aktif, tertib, dan bertanggung jawab dalam setiap forum musyawarah.

“Mahasiswa perlu memahami tata cara persidangan karena dalam organisasi akan banyak ditemui forum musyawarah. Dengan memahami prosesnya, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat sekaligus menghargai keputusan yang telah disepakati bersama,” (LA)