Perkuat Kemampuan Pengelolaan Organisasi: Mahasiswa Agribisnis Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi dan Pengelolaan Keuangan Organisasi

Perkuat Kemampuan Pengelolaan Organisasi: Mahasiswa Agribisnis Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi dan Pengelolaan Keuangan Organisasi

Sorong, 4 Juli 2026 – Program Studi Agribisnis melaksanakan kegiatan Pelatihan Administrasi Organisasi dan Pengelolaan Keuangan Organisasi bagi mahasiswa Agribisnis pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan dan mengelola organisasi secara tertib, efektif, dan bertanggung jawab.

Pada sesi pertama, materi Administrasi Organisasi disampaikan oleh Esti Dwi Riani,S.P. selaku narasumber. Mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan administrasi organisasi, khususnya dalam mengelola dokumen yang diperlukan untuk menunjang kegiatan organisasi. Materi yang disampaikan mencakup administrasi surat-menyurat, pembuatan kop surat, penyusunan proposal kegiatan, pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), hingga tata cara pengarsipan dokumen organisasi. Dalam materi surat-menyurat, mahasiswa diperkenalkan dengan tata cara pembuatan surat resmi organisasi, mulai dari penggunaan kop surat, penulisan nomor surat, tujuan surat, hingga format dan bagian-bagian penting lainnya. Pemahaman tersebut diberikan agar mahasiswa mampu membuat surat organisasi secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

Dalam pemaparannya, Esti menjelaskan mengenai pentingnya penyusunan proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dalam administrasi organisasi. Proposal menjadi dokumen awal yang disusun sebelum kegiatan dilaksanakan, sedangkan LPJ menjadi bentuk pertanggungjawaban setelah kegiatan selesai. Keduanya memiliki peran penting dalam memastikan setiap program kerja organisasi dapat direncanakan, dilaksanakan, dan dilaporkan secara tertib.

Esti menjelaskan bahwa proposal tidak hanya berfungsi sebagai kelengkapan administrasi, tetapi juga menjadi pedoman bagi panitia dalam menjalankan kegiatan. Di dalam proposal, mahasiswa perlu mencantumkan berbagai informasi, seperti latar belakang, tujuan, bentuk dan rangkaian kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan kepanitiaan, hingga rencana anggaran yang dibutuhkan.

“Proposal itu bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi gambaran dan pedoman kita sebelum melaksanakan kegiatan. Jadi, apa yang direncanakan harus dibuat dengan jelas supaya pelaksanaannya juga lebih terarah,” jelas Esti.

Sementara itu, setelah kegiatan selesai dilaksanakan, mahasiswa perlu menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebagai bentuk pelaporan atas kegiatan yang telah dilakukan. Dalam penyusunannya, LPJ memuat hasil pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, dokumentasi, serta berbagai hal yang berkaitan dengan realisasi program kerja. Esti menekankan bahwa isi LPJ perlu disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat dalam proposal agar terdapat kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

Tidak hanya pembuatan dokumen, pelatihan ini juga membahas cara mengarsipkan dokumen organisasi dengan baik. Mahasiswa diarahkan untuk memahami pentingnya menyimpan surat masuk dan surat keluar, proposal, LPJ, serta dokumen kegiatan lainnya secara teratur agar mudah ditemukan dan digunakan kembali ketika dibutuhkan. Pengarsipan yang tertata juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan administrasi organisasi dari satu periode kepengurusan ke periode berikutnya.

Melalui sesi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya administrasi yang rapi, sistematis, dan terdokumentasi. Administrasi yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan serta menjaga tertibnya pengelolaan organisasi.

Selanjutnya, sesi kedua diisi dengan materi Pengelolaan Keuangan Organisasi yang disampaikan oleh Ibu Aldilla Mawanti Athira, M.Si. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola keuangan organisasi dengan baik, mulai dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penggunaan dana sesuai kebutuhan kegiatan, hingga penyusunan pertanggungjawaban keuangan.

Pengelolaan keuangan yang tertib menjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan organisasi. Melalui materi tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami pentingnya ketelitian, keterbukaan, dan tanggung jawab dalam mengelola setiap dana yang dimiliki organisasi. Pengelolaan keuangan yang baik juga dapat membantu organisasi dalam memastikan setiap penggunaan dana tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari mahasiswa Agribisnis. Para peserta mengikuti setiap materi yang diberikan serta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi, baik dalam hal administrasi maupun pengelolaan keuangan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Agribisnis berharap mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam organisasi serta semakin siap menjalankan tanggung jawab dengan lebih terstruktur, transparan, dan profesional. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengelola berbagai kegiatan organisasi sekaligus membangun tata kelola organisasi yang lebih tertib dan berkelanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk aktif dalam menjalankan kegiatan, tetapi juga perlu memahami bagaimana administrasi dan keuangan organisasi dikelola dengan baik agar setiap kegiatan dapat berjalan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,” (LA)