PPK Ormawa Himagri Unimuda Sorong Gelar Sosialisasi di Kelurahan Klasuluk : Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Agribisnis Hidroponik

PPK Ormawa Himagri Unimuda Sorong Gelar Sosialisasi di Kelurahan Klasuluk : Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Agribisnis Hidroponik

SORONG – Di tengah terbatasnya peluang kerja bagi penyandang disabilitas, mahasiswa Himpunan Agribisnis (Himagri) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong menghadirkan solusi inovatif. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mereka menggelar sosialisasi pertanian hidroponik di Kantor Kelurahan Klasuluk, Kabupaten Sorong, Sabtu (2/8/2025).

Program ini muncul untuk menjawab tantangan yang dihadapi banyak penyandang disabilitas di wilayah Sorong yang bergerak di bidang pertanian namun terbatas karena kondisi fisik. Sistem hidroponik menawarkan metode bercocok tanam yang lebih ramah disabilitas—minim pengolahan lahan, mudah dalam perawatan, dan dapat dilakukan di lahan terbatas. Dengan pendekatan ini, penyandang disabilitas tetap dapat berproduksi dan memperoleh penghasilan tanpa terkendala faktor fisik.

Kegiatan bertema “DISAFARM: Mewujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas melalui Pengembangan Agribisnis Hidroponik yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini dihadiri perangkat kelurahan, perwakilan penyandang disabilitas, masyarakat, serta mahasiswa PPK Ormawa Himagri. Program ini memperkenalkan hidroponik sebagai metode pertanian modern yang ramah lingkungan, mudah dipelajari, dan memiliki potensi pasar menjanjikan. Tim PPK Ormawa Himagri akan memberikan pendampingan mulai dari pelatihan teknis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran hasil panen.

Kepala Lembaga Kemahasiswaan Unimuda Sorong, Aldila Mawanti Athirah, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari rekam jejak positif Himagri.

“PPK Ormawa Himagri telah lolos pendanaan empat tahun berturut-turut. Tahun ini kami fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui hidroponik. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Kepala Kelurahan Klasuluk, Yeremia Ulim, S.IP., menyatakan dukungannya.

“Program ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan warga kami, khususnya penyandang disabilitas. Kami berharap dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Klasuluk,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Distrik Mariyat, Kodhim, yang mengapresiasi program mahasiswa sekaligus kegiatan pengabdian lain yang dilakukan Unimuda Sorong.

“Kami menyambut baik program ini. Sebelumnya dosen Unimuda sudah berkoordinasi dengan kami terkait kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan di wilayah Mariyat. Distrik mendukung penuh karena sejalan dengan upaya kami meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sorong juga berharap agar inisiatif serupa dapat diperluas ke wilayah lain.

“Program seperti ini sangat baik untuk pemberdayaan masyarakat. Kami berharap dapat dilakukan juga di kampung-kampung lain, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Sorong,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, pemerintah distrik, dan pemerintah kabupaten. Dengan dukungan lintas pihak, Kelurahan Klasuluk diharapkan dapat menjadi contoh kelurahan inklusif yang mampu mengembangkan potensi warganya, termasuk penyandang disabilitas, melalui inovasi agribisnis modern. (DH)