Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa Berbasis Ekokreatif Bidang Pertanian dan Industri Rumahan di Kampung Klasmelek

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa Berbasis Ekokreatif Bidang Pertanian dan Industri Rumahan di Kampung Klasmelek

Sorong- Dosen Agribisnis Siti Hadija Samual, M.Si. dan beberapa mahasiswa di program pengembangan pemberdayaan desa (P3D) melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemanfaatan kotoran ternak sapi sebagai pupuk organik pada hari senin (06/09/2021) di desa Klasmelek, Kabupaten Sorong.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala desa dan juga masyarakat sekitar klasmelek yang berprofesi sebagai  petani dan peternak yang ada di desa. Desa Klasmelek yang mayoritas masyarakatnya sebagai peternak, ini merupakan potensi desa tersebut untuk megembangkan dan memanfaatkan kotoran untuk pupuk organik. Pupuk organik ini dihasilkan penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme sehingga dapat dijadikan sebagai sumber daya alternatif yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik lebih murah dibandingkan jika menggunakan pupuk kimia yang rentan akan bahaya.

Prinsip pembuatan pupuk organik adalah adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk mengeluarkan gas dari kotoran sapi. Pupuk kompos atau pupuk padat organik memang tidak sepopuler pupuk kimia yang beredar di pasaran. Kenyataan sering terjadi adalah minimnya informasi tentang cara membuat pupuk organik padat dari kotoran sapi ini. Para petani pun lebih tertarik menggunakan pupuk kimia karena dirasa lebih praktis dan mudah didapat. Berbeda halnya dengan pupuk padat yang perlu waktu dan tenaga untuk membuatnya, belum lagi sugesti yang mengatakan bahwa pupuk kimia memiliki dampak lebih baik dari pada pupuk organik. Padahal sebenarnya pupuk organik mempunyai kualitas yang tidak kalah dalam hal pemberian nutrisi pada tanah dan tumbuhan. Hanya saja reaksi yang ditimbulkan pupuk organik memang lebih lambat dari pada pupuk kimia. Manfaat pupuk kompos sebagai berikut :

a. Kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah

b. kompos membantu meningkatkan aktivitas mikroba pada tanah

c. kompos membantu menyediakan unsur hara pada tanah

Adapun alat dan bahan yang perlu di persiapkan dalam proses pembuatan pupuk kompos sebagai berikut :

a. Sekop

b. Terpal

c. Ember plastik

d. Sarung tangan

c. Kotoran sapi kering

d. Jerami

e. EM4

f. Molases / cairan gula

g. Air bersih

Cara Pembuatan : Buatlah dahulu perbandingan antara kotoran sapi dan Daun kering. Komposisi yang ideal adalah 60 : 40, atau boleh juga membuat dengan perbandingan 50 : 50. Jadi jika kita memiliki bahan kotoran sapi sebanyak 6 kg, maka jerami yang dibutuhkan adalah 4 kg, begitu seterusnya. Sedangkan EM4 yang dibutuhkan adalah 100 ml saja. Aktifkan terlebih dahulu EM4 dengan cara membuat larutan gula sebanyak 5 liter air untuk 4 – 5 sendok gula. Setelah itu tambahkan 3 – 4 EM4 di dalamnya, aduk hingga merata kemudian diamkan selama semalaman. Cacah terlebih dahulu jerami agar memudahkan proses pengomposan. Aduk rata kotoran sapi dan jerami hingga merata. Setelah itu, tata atau hamparkan kedua bahan tersebut dan sirami secara perlahan larutan EM4 ke atasnya. Sebagai tips, jangan langsung menghabiskan bahan untuk disiram EM4 seluruhnya. Setelah semua bahan habis, langkah selanjutnya adalah menutup bakal kompos tersebut menggunakan terpal atau plastik penutup. Beri beban di tiap sisi terpal agar terpal tidak mudah tersingkap dan mengakibatkan masuknya lalat atau belatung. Biarkan proses pengomposan berlangsung, tandanya adalah adanya suhu panas di permukaan bakal kompos. Biarkan selama kurang lebih 30 hari. Tiap 3 hari sekali Anda dapat membuka terpal dan mengaduk-aduk bahannya agar proses aerasi berlangsung. Pupuk organik dari kotoran sapi siap dipakai