Sorong - Pada 10 Januari 2025, mahasiswa Program Studi Agribisnis Angkatan 2023 Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong bersama dosen pembimbing, Ibu Aldila Mawanti Athirah, M.Si., mengadakan kunjungan lapang ke Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sorong. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang mata kuliah Pengantar Perlindungan Tanaman dan Perkarantinaan.
Kunjungan ini dimulai dengan penyambutan oleh Kepala LPHP, Bapak Sutardi, S.P, M.Pd., di kantor LPHP yang berlokasi di SP 2 Maryai. Setelah itu, mahasiswa diarahkan ke area sawah di SP 4 Kelurahan Klasmelek, tempat pengamatan hama dilakukan. Di lokasi tersebut, mahasiswa disambut oleh petugas LPHP Ibu Retno, dan pemilik lahan, Bapak Suwarto.
Selama kunjungan lapang, mahasiswa diperkenalkan langsung dengan hama penggerek batang padi (Scirpophaga innotata) serta gejala yang ditimbulkannya. yaitu sundep (serangan pada fase vegetatif atau awal pertumbuhan tanaman dari perkecambahan hingga pembentukan malai) dan beluk (serangan pada fase generatif atau pembentukan malai), yang menyebabkan malai menjadi hampa atau kosong. Dijelaskan bahwa tanaman padi yang telah terserang tidak dapat diselamatkan, sedangkan pengendalian hanya bisa dilakukan pada tanaman yang belum terserang. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) yang menyerang permukaan daun padi dengan memakan lapisan epidermis daun yang bewarna hijau, sehingga dari kejauhan tampak putih. Meski demikian, serangan hama putih palsu ini tidak sepenuhnya merusak, karena tanaman masih bisa menghasilkan malai.
Mahasiswa juga diajak untuk melakukan pengamatan langsung, termasuk mencari telur hama penggerek batang dan tanaman yang telah terserang. Dijelaskan bahwa dengan menemukan 10 kelompok telur penggerek batang pada 100 tanaman dapat mencegah kerusakan hingga 10.000 tanaman padi. Metode pengendalian yang dijelaskan pada kegiatan ini meliputi konsep 5T (tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara) serta pemanfaatan musuh alami seperti laba-laba. Selain itu, Bapak Suwarto menambahkan bahwa pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan cara, melepaskan itik di area sawah untuk memakan telur dan larva hama serta penerapan sistem mina padi, yaitu integrasi antara budidaya ikan dan padi sebagai upaya alami pengendalian hama.
Para mahasiswa mengaku antusias karena kunjungan ini memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran teori. Mereka dapat mengamati langsung gejala hama yang sebelumnya hanya dipelajari melalui teori dan gambar, sehingga lebih memahami praktik di lapangan. Bapak Suwarto menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda dalam mendukung pertanian berkelanjutan. (FA)